Pentas Sandiwara Politik


Mediapublik.press(Opini) Sulawesi Tenggara Kini mata dan telinga saya kembali terbuka lebar, setelah mendengar dan melihat melalui media suatu kejadian yang membuat saya tersentak dan kaget. Satu lagi petinggi Partai terjerat penyelewengan uang rakyat.

Betapa tidak ! Sebelum tahun 2013 para politisi yg berada di Senayan dengan kekuatan yg mereka miliki telah menelorkan aturan untuk mematikan partai kecil dengan dalih untuk mempermudah mengatur, mengawasi dan membuat kebijakan demi rakyat. Tapi ternyata semua itu hanya sandiwara oleh oknum politisi Senayan. Janji untuk membawa perubahan dan perbaikan ternyata hanya retorika belaka. Kini para petinggi partai kecil yg telah dipangkas dan tidak boleh mengikuti pesta Demokrasi tahun kemarin menjadi tersenyum sinis namun meringis melihat pementasan sandiwara politik yang tak kunjung usai.

Pentas sandiwara politik yang diperankan dan dimainkan oleh para politisi Senayan, kini kembali dipentaskan lagi oleh politisi Hanura dengan ditetapkannya oleh KaPeKa ( baca : KPK ) sebagai tersangka. Pertanyaannya sekarang adalah : siapa lagikah yang layak dan pantas untuk dipercaya mewakili rakyat dan memperjuangkan  hak dan kehidupan  rakyat ? Parpol manakah yang mengusung visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat?  Sebenarnya semua parpol yang ada di Senayan bisa. Tetapi ternyata visi dan misi itu hanya tertulis di atas kertas (AD & ART ). Bahkan air liur mereka berhamburan dari mulut karena meneriakkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dikala mereka berkampanye, Apa yang rakyat saksikan, uang yang seharusnya untuk kepentingan rakyat ternyata digunakan untuk kepentingan diri sendiri. Seharusnya digunakan untuk mensejahterakan orang banyak ternyata digunakan oleh oknum Parpol, untuk mensejahterakan diri sendiri, Pertanyaan yang timbul adalah benarkah hanya untuk kepentingan pribadi oknum parpol? Kelompok atau institusi tidak kena jipratannya????  (andreas-002)

Copy

MEDIA PUBLIK

Media Cerdas Bangsa
    Facebook Comment
    Google Comment

0 comments:

Post a Comment