Si Galak Yag Dikalahkan


Mediapublik.press(Opini) Oleh: Pdt. Yohanis Tomasahu Legu, S.Th (Papua) Segalaknya anjing, dapat dikalahkan  dengan sebuah pemberian yang tulus. Hal ini kerap kali dianggap lelucon dan menggelitik bagi sebagian orang yang mendengarnya. Namun siapa sangka binatang bergigi tajam, selalu menggonggong keras serta dikenal dengan kecepatan berlarinya sering tidak berdaya dengan sebuah pendekatan dan pemberiaan (beri makan) yang tanpa disadari sudah mengalahkan si galak yang menganggap lebih dirinya. 

Pada sistem pemerintahan Indonesia, pemerintah berkewajiban melayani rakyatnya dengan sepenuh hati. Namun hal ini hanya dapat dilakukan oleh segelintir pemimpin bijak yang benar-benar memihak kepada rakyat. 

Tak sedikit pula pemimpin yang arogan dan egois, tanpa melihat siapa yang berada didepan dan sekelilingnya. Tidak mengherankan jika diperhatikan, negara ini termakan omongan kosong yang tidak patut ditanggapi. Pemimpin berganti pemimpin, rakyat lahir dan mati selalu berada pada lingkaran ketidakberdayaan, diperdaya, dibodohi dan dihakimi bangsa Hal ini tentu berbeda dengan kemauan rakyat.

Melayani bukan dilayani adalah sebuah moto yang perlu dilakukan oleh pemerintah. Meghadapi keganasan dan kegalakan rakyat arogan, maka tidak akan menemukan sebuah situasi yang aman dan rukun. 

Jika pemerintah dan rakyat sama-sama bersikap tenang menghadapi bermacam situsasi, maka sisi baik dari penggalan kalimat diatas adalah manusia menolong manusia, serta makanan yang baik bagi mereka yang suka menggonggong adalah kepuasan dari PERHATIAN YANG NYATA. Bagi indonesia, jayalah. (Johanis)

Copy

MEDIA PUBLIK

Media Cerdas Bangsa
    Facebook Comment
    Google Comment

0 comments:

Post a Comment