Mediapublik.press(Tajuk) - Bekasi (Jabar) Hobby, kebiasaan, atau kelakuan? Masih bingung mau dikategorikan ke mana. Yang jelas hampir tiap malam ada saja kumpul-kumpul baik itu di depan rumah dengan tetangga se gang, di balai RT dengan tetangga komplex atau bahkan di angkringan yang jualan nasi kucing dan jahe susu. Kita juga masih gak ngerti juga bagiamana awal mulanya kebiasaan ini, mungkin karena keinginan kita dan naluri untuk berinteraksi dengan sesama manusia apapun kelompok dan komunitasnya.
Banyak hal bisa dibicarakan saat berkumpul dengan banyak orang, banyak hal bisa diselesaikan dan dicarikan solusi suatu permasalahan. Dan asal tau saja mencari penyelesaian sesuatu akan lebih mudah dan cepat dengan berdiskusi dan tukar pengalaman dengan yang lain. Banyak hal yang tadinya kita tidak tau dan tidak paham bisa menjadi tahu. Hanya yang perlu dijaga adalah saling menghormati dan menghargai pendapat orang lain. Kita akan dipandang dan dianggap lebih bijaksana apabila kita mau mendengar. Menjadi pendengar yang baik. Usulan dan pendapat mausalah mau benar, tetap kita hargai dan ini kuncinya, jangan sekali kali memotong pembicaraan yang belum tuntas. Karena itu akan menyinggung perasaan.
Setiap individu itu unik, tidak akan sama walaupun kembar sekalipun. Apalagi dengan orang lain yang beda bapak beda ibu, beda budaya, beda keyakinan dan juga beda wawasan. Jangan sampai perbedaan itu membuat perpecahan, jadikan perbedaan untuk menambah kekuatan dan keanekaragaman yang lebih kaya.
Banyak hal kita dapat dari ngumpul dan ngobrol, kadang kita pikir ah buang – buang waktu. Makanya kita harus ubah pandangan itu dengan ngumpul yang positif, bukan hanya sekedar menghabiskan gorengan, nasi kucing dan susu jahe, tapi sambil menikmati itu kita bisa bicara banyak hal. Tentang apa saja. Bahkan ide – ide cemerlang juga timbul dari sini. (Supriyono)
Copy

0 comments:
Post a Comment