Mediapublik.press (Tajuk) Bekasi - (Jabar) Suatu hari saya ditegur seorang teman gara – gara saya membeli alat komunikasi 2 arah Handy Talky (HT). Dia bilang “ Hari gini jaman computer dan internet canggih plus jaman telepon celuler generasi 4 G masih main gituan ?” Bagi sebagian orang memang HT atau bahasa teknis keren nya Tranciever yang artinya radio yang bisa Transmit dan Ricieve frequensi merupakan alat komunikasi jadul.
Alat ini dibuat seiring perkembangan radio komunikasi dua arah yang dulunya dimulai dari gelombang 80 meter band dan seterusnya yang pada saat itu bisa digunakan antar wilayah , antar pulau bahkan antar benua. Buktinya sekarang masih ada saja orang yang hobi dengan alat ini. Perkembangan selanjutnya karena peralatan ini besar , dibuatlah radio portable yang bernama HT (handy talky), ada juga Walky talky dan yang biasa dipasang di Mobil atau kapal laut atau pesawat udara radio Rig.
Lanjutan teguran teman tadi apakah benar radio komunikasi dua arah ini benar – benar sudah ketinggalan jaman ? Pembaca silahkan nanti simpulkan sendiri setelah membaca cerita dan fakta di bawah ini.
1. Pada saat bencana besar tsunami meluluh-lantakkan Aceh, hampir sebagian besar sanak keluarga warga Aceh yang diperantauan sulit menghubungi saudaranya yang di sana melalui telepon maupun selular. Penyebabnya tak lain adalah telepon memerlukan jaringan kabel, dan jaringan itu hancur oleh gelombang tsunami. Telepon selular juga tergantung dari BTS setempat dan tentu saja pasokan listrik untuk menghidupkan BTS ini. Ingat BTS ini berfungsi sebagai relay percakapan telepon dari yang satu ke yang lain. Selanjutnya saat akan mengirim bantuan dan koordinasi antara lokasi dan para relawan bagaimana ?? hanya radio 2 arah yang bisa terkoneksi. Dan waktu untuk memperbaiki infra struktur komunikasi di sana juga tidak bisa cepat. Radio inilah yang sangat berperan.
2. Penggemar radio komunikasi ini juga mempunyai perkumpulan dan paguyuban. Yang resmi diakui di Negara Indonesia ada 2 organisai radio. Pertama ORARI (organisasi radio amatir Indonesia) dank kedua adalah RAPI (radio antar penduduk Indonesia) Perkumpulan ini biasanya sangat solid baik sesama anggota maupun dengan kegiatan social kemasyarakatan. Orari lebih cenderung ke kegiatan teknis mengenai radio dan komunikasi antar Negara antar benua karena diakui secara internasional. Sedangkan RAPI cenderung kegiatan intern dalam negeri misal komunikasi social, komunikasi bencana dan komunikasi yang berhubungan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
3. Selanjutnya jajaran aparat keamanan juga masih menggunakan alat ini sebagai komunikasi utama karena satu pancaran radio bisa dimonitor lebih dari 1 perangkat asal frequensinya sama. Contoh suatu polres bisa mengirim informasi untuk ratusan HT anggotanya yang berada di lapangan.
4. Hobi yang satu ini bisa menambah banyak teman dimanapun kita berada, apalagi satu organisasi. Sebagai contoh yang pernah saya alami beberapa waktu yang lalu, tali kopling mobil putus di daerah Cipayung Puncak Bogor, bengkel jauh dan perjalanan ke rumah juga masih jauh. Di situ langsung teringat frequensi radio daerah Bogor. Hanya dengan menyebut kode tertentu, maka teman teman di Bogor yang awalnya belum pernah tatap muka dan hanya ngobrol lewat radio, datang membantu mencarikan suku cadang dan mekaniknya untuk memperbaiki mobil. Hanya dalam waktu setengah jam sudah beres. Dan di situlah silaturahmi dan pertemanan sesama hobi terjalin.
Ini sebagian kecil saja sebagai gambaran manfaat dari hobi bermain radio komunikasi. Hanya saja kita juga harus bijak dan pandai mengatur waktu, karena tidak sedikit juga gara-gara bermain radio ini istilah kerennya Ngebrik, banyak pekerjaan terbengkalai. Manfaatkan secara bijak perangkat ini jangan menimbulkan hal negative maupun mengganggu freqensi kerja orang lain semisal , mengganggu frequensi penerbangan, frequensi aparat kepolisian atau TNI. Semua sudah mempunyai alokasi masing masing. Dan ingat yang terpenting dari hobi ini, kita WAJIB memiliki ijin penggunaan perangkat komunikasi yang dikeluarkan oleh Menkominfo. Jadi kita bermain radio LEGAL bukan gelap atau kolongan. (priyana)
Copy

0 comments:
Post a Comment