Mediapublik.press (Opini) - Jakarta Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak, menyatakan miris dan prihatain terhadap jalannnya kinerja Pemerintahan Indonesia selama setahun ini, hal itu dapat terjadi karena ketidak mampuan manajemen Pemerintahan Jokowi terhadap berbagai persoalan yang kerap melanda Bangsa Indonesia.
Hal ini ditengarai karena Pemerintah yang dikomandoi Presiden Joko Widodo tidak merealisasikan tiga pilar utama Trisakti, yakni sebagai benteng pertahanan sekaligus sebagai solusi dalam menyelesaikan segala permasalahan saat ini. Sebagaimana didengungkan dalam Kampanya dahulu yang mengusulkan konsep nawacita, tetapi yang muncul justru duka cita.
Indonesia yang kini tengah dilanda berbagai persoalan justru pemerintah bukan menyelesaikan persoalan, yang terjadi malah muncul persoalan baru. Mulai dari peningkatan angka kemiskinan, PHK (pemutusan hubungan kerja) massal, turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, ketidakpastian hukum yang membuat masyarakat tak nyaman, bahkan kasus kebakaran Hutan yang saat ini nyaris 2/3 wilayah Indonesia sudah mulai ditutupi oleh asap pekat.
" Trisakti harus dimaknai dan dijalankan secara sungguh-sungguh, berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam Sosial budaya," sambung Bastian saat berbincang dengan Mediapublik, Senin (26/10).
Dia tegaskan, Pemerintahan Jokowi-JK saat ini hanya menjadikan Trisakti sebagai bahan retorika. Buktinya, Pemerintah justru membuka peluang Investor Asing seluas luasnya tanpa batas. Liberalisasi asing juga sudah melenceng jauh dari konsep awal terbentuknya NKRI. Hal ini dapat dilihat dari munculnya pekerja-pekerja asing diberbagai daerah padahal sesungguhnya jika merekrut penduduk pribumi justru meningktakan harkat hidup rakyat Indonesia. Negosiasi dengan pemerintah asing dan terlalu berharap pada investor asing untuk memberikan suntikan modal justru menggadaikan tanah air, dan memunculkan bentuk penjajahan baru.
Amatan dia, dalam menyelesaikan krisis ekonomi di Indonesia, Pemerintah terkesan terlalu mengemis ke bangsa asing. Padahal, Pemerintah lupa sampai kapan pun bangsa asing tidak akan mungkin secara tulus menolong ekonomi Indonesia.
" Pasti ada udang di balik batu-nya, dan tentunya bangsa asing akan mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dari kondisi krisis di indonesia. Lagian, Yang bisa menolong bangsa kita, tentunya bangsa kita sendiri. Yang bisa menolong pribumi tentunya pribumi sendiri,” sambung Bastian.
" Kami sangat kecewa dengan pemerintahan saat ini, kepercayaan kami menurun drastis, kami menjadi skeptis terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Pemerintah hanya bisa membuai dengan janji-janji yang tak bisa direalisasikan. Ekonomi akan meroket, mana buktinya?" tanya Bastian geram.
Dia juga ingatkan, bahwa NKRI akan kehilangan kedaulatan akibat dilaksanakan penuh MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean) di akhir tahun 2015 ini. Dalam cetak biru MEA isinya mewajibkan negara-negara Asean menerapkan Liberalisasi di segala sektor dan termasuk didalamnya kebebasan investasi asing di sektor Sumber daya Alam. Liberalisasi sangat bertentangan dengan Trisakti, sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45.
Kunjungan Presiden RI ke AS misalnya, menurut Bastian tidak ada urgensinya jika disana hanya mengemis untuk meminta suntikan modal, malah bukan dalam rangka meningkatkan Ekspor Produk Indonesia, masih dalam hitungan hari kita dipertontonkan oleh bagaimana sikap Pemerintah yang transaksional dengan Jepang dan Tiongkok dalam berbagai Proyek Infrastruktur, kelihatan sekali perputaran uang yang justru merugikan Indonesia.
" Sebagai solusi, Geprindo meminta pemerintah agar memberikan kepercayaan kepada pribumi untuk membangun negerinya sendiri. Hentikan kerjasama-kerjasama regional, internasional yang mengancam kedaulatan negara dan keberdikarian Republik," terangnya.
" Kembalilah ke arah tujuan Trisakti, jangan biarkan kedaulatan kita di kangkangi oleh bangsa lain, bangun manufaktur-manufaktur yang berbasiskan sumber daya alam yang di bangun oleh putra putri terbaik kita, berikan modal kepada mereka, jadikan budaya nusantara sebagai identitas negeri yang menarik yang pada akhirnya turut menjadi penunjang pariwisata," sambung Bastian. Dan GEPRINDO yang dideklarasikan pada tanggal 1 Agustus 2015 akan menjadi Lokomotif bagi terwujudnya Kemandirian Pribumi sebagaimana Cita-cita Founding Father Indonesia di era zaman Perjuangan yang berhasil merumuskan kesepakatan nasional pada Pancasila dan UUD 45 yang disahkan pada 1 Juni 1945. (Moch Dimyati)
Copy
0 comments:
Post a Comment