Mediapublik.press (Cerita) - Oleh: Fathan Kamba Mungkin bagi sebagian besar orang, berbohong adalah hal yang paling tidak disukai. Namun berbeda denganku. Bagiku, kebohongan adalah bagian dari hidup. Mau atau tidak mau, suka ataupun tak suka, kebohongan tidak akan peduli soal itu. Bahkan ada beberapa kebohongan yang selalu Kubenarkan.
Jika dikaji antonim dari kata kebohongan, pastilah kebenaran. Tapi, akankah kalian tahu? Kalo kebenaran punya sisi kebaikan maupun keburukan? Sama halnya dengan kebohongan, yang menurutku punya sisi itu juga. Tanpa kita sadari, banyak para pembohong yang ada disekitar kita.
Contohnya: Ibu dan Ayah Ku
Ibu saat Kutanya, " apa Ibu sudah makan?" Dia senantiasa menjawab, " sudah Nak". Sekalipun Dia berbohong.
Ayah, saat Dia menceritakan kisah hidupnya yang begitu Wah dan dengan Tegarnya Lantang Dia berkata. " Kalau ingin kaya, Bapak sudah jadi orang kaya dari dulu..", sekalipun Dia berbohong.
Tidak hanya Ayah dan Ibu Ku, orang - orang yang berada di kehidupanku juga melakukan hal yang sama seperti itu. Bukankah orang bercerita 5 menit tanpa putus ada 1 atau lebih kebohongan yang terselip didalamnya? cobalah untuk memintanya menceritakan lagi apa yang Dia ceritakan 5 menit yang lalu. Apakah Sama?
Kebenaran bersifat relatif, bukankah anda setuju? Jika kebohongan juga relatif, apa anda juga setuju?
Tulisan ini bukan bermaksud mengajarkan kita untuk berbohong. Tapi, menyadarkan kita tentang kebohongan yang sifatnya lain. Penulis juga menyadari, sudut pandang bergantung pada masing - masing individu yang membacanya. Jadi, Andalah yang menentukan. (fath)
Copy

0 comments:
Post a Comment